FADILAH PUASA ‘ASYURO’


Puasa ‘Asyuro’ yaitu puasa sunnah yang dilaksanakan setiap tanggal 10 bulan Muharram/Suro tahun hijriyah oleh orang-orang Islam sedunia dengan maksud untuk mencari ridho Allah SWT.

Kesunnahan puasa ini dipandang ‘muakkad’ atau sangat dianjurkan sebagaimana pernyataan dan hadits berikut ini:

صوموا يوم عاشوراء وخالفوا اليهود وصوموا قبله يوما
وبعده يوما.
Artinya: Berpuasalah kalian pada hari `Asyuro’ dan berbedalah dengan Yahudi. Dan berpuasalah 1 hari sebelumnya dan 1 hari sesudahnya.
HR. Ahmad
و يسن متأكدا صوم
يوم عاشوراء لقوله صلعم
فيه احتسب على الله
ان يكفر السنة التي قبله.

Artinya: Dan puasa `Asyuro’ itu disunnahkan dengan sangat dianjurkan sebab sabda Rasulullah SAW. Berpuasa di hari itu dihitung oleh Allah dapat menghapus dosa 1 tahun sebelumnya.

Fadhilah puasa `Asyuro’ sebagaimana termaktub pada hadits diatas adalah penghapusan dosa-dosa 1 tahun sebelumnya bagi yang puasanya dikabulkan oleh Allah..

Puasa `Asyuro’ ini memang lebih rendah derajat pahalanya jika dibandingkan dengan puasa `Arofah karena sejarah disunnahkannya puasa `Asyuro’ berawal dari masa Nabi Musa yang mana kaum Yahudi juga memuliakan tanggal 10 Muharram dengan puasa di hari itu.

Sedangkan puasa `Arofah dihitung oleh Allah dapat menghapus dosa-dosa 1 tahun sebelumnya dan sesudahnya karena sejarah awal disunnahkannya puasa ini pada masa Nabi Muhammad SAW., yang mana keutamaan dan kemuliaan beliau dilebihkan oleh Allah daripada nabi-nabi yang lain.

Mengenai anjuran puasa 1 hari sebelumnya yakni tanggal 9 Muharram dan puasa 1 hari sesudahnya yakni tanggal 11 Muharram, masih ada perbedaan pendapat ulama’. Tapi pendapat yang paling kuat adalah yang menganjurkan puasa tanggal 9 Muharram (hari Tasu`a’) dan tanggal 10 Muharram (hari `Asyuro’).

Pendapat ini diambil karena dipandang lebih berhati-hati, siapa tau tanggal 10 yang menurut perhitungan orang ternyata kena pada tanggal 9. Di samping itu,, puasa 2 hari ini sudah berarti membedai Yahudi.

Sementara yang memilih puasa 1 hari tanggal 10 Muharram saja tetap disunnahkan sebagai puasa `Asyuro’ sebagaimana kejelasan sabda nabi SAW. di atas.

Sumber: I`anatuth- Tholibin Juz 2 hal. 266.
.

Published in: on 21/12/2009 at 12:26  Comments (1)  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://dhanimadani.wordpress.com/2009/12/21/fadilah-puasa-asyuro/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentTinggalkan komentar

  1. Anda suka tulisan ini?
    Silakan beri dukungan.
    Anda tidak suka tulisan ini?
    Silakan beri saran.
    Salam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: