KLASIFIKASI TINGKATAN IKHLAS


Sebelum kita bicara tentang klasifikasi ikhlas, ada baiknya kita mengingat kembali tentang definisi ikhlas itu sendiri.

Adapun definisi dari ikhlas dapat kita petik dari ayat dan hadits berikut ini:
قل اني امرت ان اعبد الله مخلصا له الدين
(QUL INNII UMIRTU AN A`BUDALLAAHA MUKHLISHON LAHUD-DIIN).
Artinya: Katakanlah [Muhammad], aku diperintah untuk menyembah Allah karena ikhlas mentaati agama.
(Az-Zumar, 11) dan hadits in;
عن ابي هريرة رضي الله عنه
عن النبي ص : ان الله لا ينظر
الى اجسامكم و لا الى صو ركم ولكن ينظر الى قلوبكم
(`AN ABII HUROIROTA RADHIYALLAAHU `ANHU, `ANIN-NNABII SAW.: INNALLAAHA LAA YANZHURU ILAA AJSAAMIKUM WALAA ILAA SHUWARIKUM, WALAAKIN YANZHURU ILAA QULUBIKUM).
Artinya: Dari Abu Huroiroh ra., dari Nabi SAW.: Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada badanmu dan tidak kepada bentukmu, tetapi Dia memandang kepada hatimu.
(HR. Bukhari & Muslim).

Berdasarkan konteks ayat dan hadits di atas ikhlas dapat diartikan pada nilai ibadah yang disertai kemurnian niat dalam hati, semata-mata karena tunduk melaksanakan perintah Allah saja. Dan ciri-ciri orang ikhlas sebagaimana point-point berikut:
1. Tidak terpengaruh dengan pujian ataupun hinaan.
2. Tidak menyebut-nyebut amal yang diperbuat.
3. Tidak mengharap balasan kecuali di akhirat.

Memang untuk mencapai derajat ikhlas yang sebenar-benarnya tidaklah mudah, namun kita tidak boleh hanya pasrah karena kita masih diberi kesempatan untuk menjajaki klasifikasi ikhlas yang sesuai dengan kemampuan kita.

Dan klasifikasi ikhlas ada 3 tingkatan sbb:
1. اخلا ص العارفين
IKHLASHUL `AARIFIIN, yaitu keikhlasan orang-orang yang memandang bahwa semua perkataan dan perbuatannya hanya untuk mengharap Ridho Allah saja.
2. اخلا ص المحبين
IKHLASHUL MUHIBBIIN, yaitu keikhlasan orang-orang yang memandang bahwa ibadahnya untuk memudahkan dia mendapat Rahmat Allah baik di dunia maupun di akhirat spt. murah rejeki dan masuk surga.
3. اخلا ص العابدين
IKHLASHUL `ABIDIN, yaitu keikhlasan orang-orang yang memandang bahwa ibadahnya untuk menyelamatkan dia dari azab Allah di dunia ataupun di akhirat spt. bala’/penyakit dan siksa neraka.

Terlepas dari klasifikasi 3 tingkatan ikhlas ini berarti ada nilai riya’ atau ujub atau sum’ah atau komplikasi penyakit batin lain yang bersarang di hati kita.

Maka kita harus selalu mendekat kepada Allah agar kita dirahmati, dikasihi, dan dilindungi-Nya selama di dunia, dan diperhatikan-Nya kelak di akhirat.
AMIEN.

(Sumber: Al-Adzkaar, Kifayatul Atqiyaa’ and Public Religion Speech.)

Published in: on 18/12/2009 at 15:18  Comments (3)  
Tags: , , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://dhanimadani.wordpress.com/2009/12/18/klasifikasi-ikhlash/trackback/

RSS feed for comments on this post.

3 KomentarTinggalkan komentar

  1. Anda suka tulisan ini?
    Silakan beri dukungan.
    Anda tidak suka tulisan ini?
    Silakan tinggalkan saran.
    Salam.

  2. Bagus artikelnya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: