MASA


Dulu, ku masih dipangku ibu,
Dibelai, dielus pun slalu.
Kini, kupangku anakku,
Ku belai istriku.
Besok, ku rangkul cucuku,
Ku manjakan dengan mainan.
Lusa, ku gendong cicitku,
Ku belikan dia aneka camilan.
Masa, tak dapat dihentikan,
Masa, biarlah berlalu
Apa adanya.

Published in: on 26/11/2009 at 18:53  Comments (1)  
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: https://dhanimadani.wordpress.com/2009/11/26/masa/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentTinggalkan komentar

  1. Anda suka puisi ini?
    Silakan beri dukungan.

    Anda suka puisi yang lebih variatif?
    Silakan klik/kunjungi:
    http://kalimadu.blogspot.com
    Anda tidak suka tulisan ini?
    Silakan beri saran.
    Salam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: